Seiring perkembangan zaman, bermunculan genteng jenis-jenis baru untuk keperluan atap rumah. Munculnya genteng jenis-jenis baru ini berdasarkan dari kebutuhan pasar yang menuntut adanya inovasi-inovasi baru, baik dari sisi bentuk, bahan,  dan kegunaan.

Pada dasarnya saat pemilihan jenis genteng yang akan digunakan untuk membangun rumah impian sobat, ada beberapa faktor yang harus sobat perhatikan, antara lain: kekuatan bahan terhadap cuaca panas dan hujan, kekuatan terhadap getaran, dan pastinya dapat membuat nyaman dalam rumah.

Oleh karena itu, mari cek ulasan ndesainomah.com mengenai jenis-jenis genteng untuk keperluan rumah impian sobat!

1. Genteng Tanah Liat

image source: dekoruma.com

Genteng tanah liat temasuk jenis genteng yang umum digunakan pada rumah-rumah di Indonesia. Selain bahan baku yang mudah didapatkan, produsen genteng jenis tanah liat ini banyak ditemukan diberbagai daerah di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, jenis genteng ini diberikan sentuhan inovasi pada model bentuk dan pemilihan warna, yang nantinya penggemar genteng jenis ini dapat lebih lebih leluasa dalam menentukan model genteng untuk rumah impiannya.

Genteng jenis ini bisa dikatakan lebih ekonomis jika dibandingkan dengan jenis genteng yang lain. Meskipun begitu kualitas genteng jenis ini tidak bisa diragukan lagi, genteng jenis ini memiliki bahan yang kuat dan beban yang ringan. Namun dalam pemasangannya harus disertai dengan ketelitian yang tinggi agar tidak memunculkan kebocoran pada musim penghujan dan genteng ini juga rentan terhadap jamur dan lumut. Terkadang dalam aplikasinya, banyak pihak yang melapisi gentenng jenis ini dengan menggunakan cat kusus untuk menghindari jamur dan lumut.

2. Genteng Aspal

image source: desaininrumah.com

Genteng aspal atau dikenal dengan nama genteng bitumen. Genteng aspal banyak digunakan di daerah perkotaan, genteng ini mempunyai bahan dasar berupa aspal atau bitumen yang dicampur dengan material lain, seperti pasir batu, fiberglass, dan alga coating.

Genteng aspal mempunyai kelebihan seperti, memiliki kontruksi yang kuat dan lebih ringan dibandingkan jenis genteng keramik atau metal, mampu meredam suara dari luar seperti hujan atau angin kencang, dilapisi cat atau bahan anti jamur atau lumut, dan desain yang elegan membuat rumah terlihat lebih indah.

Untuk kekurangan dari genteng jenis ini sendiri seperti, harga yang cukup terbilang mahal, pemasangan yang sedikit rumit membutuhkan orang yang sudah profesional, dan biaya perawatan yang tidak murah.

3. Genteng Beton

image source: rooma.id

Genteng beton banyak dipakai pada daerah eropa, khusunya di Negara Jerman. Di Indonesia sendiri pemakaian genteng beton sedikit mulai dilirik oleh masyarakat, yang mayoritas menggunakan genteng tanah liat. Genteng ini terbuat dari semen, pasir, dan tambahan pigmen warna.

Genteng ini memiliki kelebihan seperti, daya tahan dan keawetan yang tinggi, tahan terhadap cuaca atau api, dan terdapat pilihan dari model datar hingga gelombang. Material penyusunnya memiliki sifat isolasi akustik dan isolasi termal, maka dari itu genteng dapat menyerap polusi suara dan perubahan suhu udara dengan sangat baik.

Sedangkan untuk kekurangan dari genteng jenis ini seperti, memiliki bobot yang cukup berat yang mengharuskan adanya perhitungan beban terhadap rangka, membutuhkan perawatan rutin untuk menjaga kondisi genteng agar tetap dalam kondisi yang baik.

4. Genteng Keramik

image source: rooma.id

Genteng keramik memiliki bahan dasar yang kurang kebih sama dengan genteng tanah liat, perbedaannya terdapat pada material tanah liat disortir dan memiliki tingkat presisi yang lebih baik dibandingkan dengan genteng tanah liat.

Kelebihan genteng jenis keramik antara lain seperti, dengan proses yang optimal membuat warna genteng tidak mudah pudar, mampu bertahan dari cuaca ekstrem dan dari korosi, denga pembakaran yang sempurna genteng ini memiliki daya tahan tinggi, material tidak mengandung bahan yang membahayakan sehingga ramah lingkungan, dan juga tidak memerlukan perawatan khusus.

Sedangkan kekurangan dari genteng jenis ini antara lain, tidak cocok untuk model rumah minimalis karena genteng yang memiliki desain sedikit tradisional,dan memerlukan pemasangan yang teliti agar tidak berpontensi terjadi kebocoran.

5. Genteng Kaca

image source: freshideen.com

Genteng ini hanya digunakan pada area tertentu pada atap rumah, digunakan pada area yang memang membutuhkan penerangan alami. Genteng jenis ini berbahan dasar kaca, namun pada beberapa produk tertentu juga menggunakan bahan dasar seperti akrilik, plastik, dan lain-lain.

Kelebihan dari genteng kaca antara lain seperti, mampu memberikan akses cahaya alami ke dalam rumah, penampilan rumah lebih terkesan modern dan minimalis, pemasangan untuk genteng kaca model lembaran akan lebih mudah dibandingkan model genteng yang lain, dan melindungi dinding ruangan dibawahnya dari kelembapan atau jamur.

Adapun kekurangan dari genteng jenis ini antara lain, genteng ini rentan sekali mengalami pecah atau kerusakan, dapat menyebabkan suhu ruangan sekitar meningkat, model bentuk dari genteng jenis ini tidak variatif dan terkesan monoton, dan memerlukan pembersihan atau perawatan yang cukup rumit.

6. Genteng Metal

image source: communitybuzrush.com

Genteng metal berbahan dasar material metal atau logam, spesifiknya terbuat dari baja galvalume az 100, zincalume, zinc phospat, dan campuran coraltex. Pada permukaan genteng ini terlihat seperti berpasir, karena adanya campuran coraltex.  Permukaan yang terlihat berpasir ini berfungsi untuk mengurangi total panas sinar matahari yang masuk ke dalam rumah.

Jenis genteng ini memiliki kelebihan antara lain, genteng ini tidak mudah berkarat serta tidak mudah terkikis oleh proses kimiawi, dapat meredam suara bising yang diakibatkan oleh hujan, termasuk ramah lingkungan jika dilihat dari bahannya, sistem perawatannya yang mudah serta murah, dan terdapat banyak bentuk model.

Sedangkan untuk kekurangan genteng ini antara lain, genteng ini rentan terhadap tekanan, walaupun banyak tersedia berbagai macam warna namun warna mudah pudar, dan daya redam panas relatif rendah maka dari itu harus disiasati dengan adanya ventilasi yang cukup.

7. Genteng Seng

image source: ruangarsitek.id

Genteng Jenis ini mejadi pilihan yang ekonomis, yang berbahan dasar logam atau plastik. Genteng seng biasanya digunakan hanya pada beberapa area rumah.

Kelebihan dari genteng jenis seperti antara lain, harga yang relatif murah, pemasangan yang lebih mudah dibandingkan dengan genteng jenis lain, dan bahan yang mempunyai bobot ringan.

sedangkan kekurangan dari genteng jenis seng ini adalah, bahan yang menyerap panas dan mengakibatkan suhu ruangan dibawahnya jadi meningkat, bentuk dan warna dari genteng jenis ini terkesan monoton, dan mudah berkarat menjadikan tidak bisa tahan lama.

8. Genteng Asbes

image source: malangtoday.net

Genteng jenis asbes ini terbuat dari bahan serat dan silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Bahan asbes dikenal kuat, namun tidak bisa diuraikan oleh alam.

Adapun kelebihan dari genteng jenis ini antara lain, harga relatif murah, proses pemasangan yang mudah, bobot genteng yang ringan, dan tidak terlalu banyak memerlukan rangka atau penyangga genteng.

Untuk kekurangan dari genteng jenis asbes ini adalah, penggunaan genteng jenis ini dapat mengancam kesehatan diakarenakan serat asbes dalam bentuk partikel yang mudah terlepas bisa terhirup oleh manusia, rentan rusak atau patah, model yang tidak variatif atau monoton, dan tidak dapat menyerap panas secara maksimal yang mengakibatkan naiknya suhu ruang yang berada dibawahnya.

9. Genteng Kayu Ulin

image source: hargadepo.com

Genteng jenis ini pada dasarnya terbuat dari bahan kayu apapun, namun kayu yang memiliki sifat lebih kuat dibandingkan dengan jenis kayu lain adalah kayu ulin. Namun untuk pemilihan jenis kayu dikembalikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tiap pemilik rumah.

Kelebihan yang dimiliki oleh genteng kayu ulin adalah, memiliki bentuk desain yang unik, lebih terlihat dengan konsep alami dan tradisional, dan dapat mensirkulasikan udara dengan baik.

Adapun kekurangan dari genteng kayu ini antara lain, bahan yang mudah terbakar, harga yang relatif mahal, dan dalm pemasangan membutuhkan tukang bangunan yang profesional.

10. Genteng Kanopi

image source: pinhome.id

Genteng jenis kanopi selain memiliki unsur dekoratif, kanopi memiliki fungsi untuk melindungi area rumah atau bangunan lainnya dari hujan dan sinar matahari. Bahkan, kanopi tidak hanya dipergunakan di bagian teras, namun dipakai di area lain seperti balkon, garasi kendaraan, dan sebagai tempat bersantai.

Genteng jenis kanopi ini memiliki kelebihan seperti, material yang awet dan tahan lama, relatif murah dan pemasangan cepat, banyak varian bentuk kuda-kuda atau rangka, dan lebih stabil dan aman. Kemudia untuk kekurangannya sendiri adalah beresiko material kaca atau akrilik rusak atau pecah.

Previous Post
Newer Post

Leave A Comment

At vero eos et accusamus et iusto odio digni goikussimos ducimus qui to bonfo blanditiis praese. Ntium voluum deleniti atque.

Melbourne, Australia
(Sat - Thursday)
(10am - 05 pm)

Tidak ada produk di keranjang.

Bantuan? Hubungi kami